» Home » Asma & alergi » Tes Alergi

Tes Alergi

Tes alergi merupakan salah satu pemeriksaan dasar untuk mengetahui alergi. Tes tersebut dapat membantu dokter memastikan  alergi yang mungkin Anda atau anak Anda miliki. Kami di Klinik Utama dr. Indrajana dan Laboratorium Biolisa telah berpengalaman selama 47 tahun melayani tes alergi. Berikut beberapa jenis tes alergi yang dapat dilakukan.

I. TES KULIT

TES TUSUK KULIT (Skin Prick Test)

Skin Prick Test berguna untuk memeriksa keadaan alergi terhadap alergen/penyebab alergi yang dihirup (seperti: tungau debu, serpih kulit binatang dan lain-lain) dan alergen makanan (seperti: udang, telur, susu, coklat dan lain-lain ), yang jumlahnya ada sekitar 33 jenis alergen.

Tes ini diperuntukkan untuk penyakit alergi seperti mata gatal dan merah, pilek, batuk berulang, asma, kulit gatal, dan eksim.

Tes ini dapat dilakukan pada usia 3-50 tahun, harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang minum obat yang mengandung antihistamin (anti alergi) selama 3-7 hari (tergantung pada jenis obatnya).

Tes dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam dengan menggunakan jarum khusus sehingga tidak menimbulkan sakit. Hasil tes akan diketahui dalam 15-20 menit. Bila hasil positif (+) alergi terhadap alergen tertentu, maka akan timbul bentol merah yang gatal di kulit.

Prosedur tes kulit cara tusuk adalah sebagai berikut:

  • Kulit lengan dibersihkan dengan alkohol;
  • Kulit ditusuk dengan jarum kecil yang steril yang telah mengandung sejumlah ekstrak alergen/penyebab alergi  (tusukan sedemikian dangkal sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau pendarahan); dan
  • Sekitar 15-20 menit kemudian dokter akan membaca hasil tes.

TES TEMPEL (Patch Test)

Patch Test berguna untuk mengetahui alergi yang disebabkan karena kontak terhadap bahan kimia, misalnya pada dermatitis kontak atau eksim karena sabun atau logam.

Tes ini dapat dilakukan minimal pada usia 3 tahun. Syarat pemeriksaan antara lain dua hari sebelum tes dilakukan tidak boleh minum obat yang mengandung kortikosteroid (anti radang), dan daerah punggung harus bebas dari obat oles, krim atau salep.

Tes dilakukan di kulit punggung, dengan menempelkan alergen yang diletakkan pada tempat khusus (fin chamber). Hasil tes didapat setelah 48 jam, dan selama waktu itu tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat. Bila hasilnya positif (+) terhadap bahan kimia tertentu, maka di kulit punggung akan timbul bercak kemerahan atau melenting.

Material Patch Test kami didatangkan dari Jerman dengan kualitas yang bagus dan terjaga untuk hasil tes yang akurat dan reliable.

TES KULIT INTRAKUTAN (Skin Test)

Skin Test berguna untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. Dilakukan pada usia minimal 3 tahun. Tes dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Hasil tes dapat di baca setelah 15 menit. Bila hasil positif (+), maka akan timbul bentol, merah dan gatal.

II. TES DARAH

TES ALERGEN – ANTIBODI IgE SPESIFIK

Dulu tes IgE Specifif dikenal dengan metode RAST (Radioallergbsorbent Assay). Sejalan dengan perkembangan teknologi diagnostik, metode RAST telah digantikan dengan metode ELISA (Enzym Linked Immuno Assay).

Tes IgE Spesific berguna untuk mengetahui alergi terhadap berbagai macam alergen yakni alergen hirup, spora, pollen, serpih kulit dan makanan, misalnya pada dermatitis atopik, rinitis alergi, asma, biduran/kaligata. Test dapat dilakukan pada usia berapapun dan kapan saja, karena tidak dipengaruhi oleh obat-obatan.

Pada tes ini, menggunakan sampel serum darah sebanyak 2 cc, lalu diproses dengan alat autoanalyzer terkomputerisasi khusus (salah satunya adalah Alat Modern Phadia ImunnoCAP™). Hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.

TES PROVOKASI dan ELIMINASI

Tes ini berguna untuk mengetahui alergi terhadap makanan dan obat-obatan tertentu. Tes ini dapat dilakukan pada usia berapapun.

Untuk memastikan makanan atau obat penyebab alergi, digunakan metode provokasi DBPCFC (Double Blind Placebo Control Food Chalenge) atauDBPC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda, yang merupakan standar baku untuk tes alergi makanan dan obat.

 

Apakah sebaiknya menggunakan Tes Tusuk Kulit atau IgE Spesifik ELISA?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut perbandingan antara keduanya.

Tes Tusuk Kulit

  • Hasil cepat;
  • Perlu kulit sehat waktu hari tes;
  • Dilakukan pada usia 4 – 56 th;
  • Tidak dilakukan jika masih minum obat yang mengandung anti alergi (bebas obat anti alergi 3-7 hari);
  • Tidak terlalu sakit; dan
  • Pasien dapat langsung melihat hasilnya.

IgE spesifik dengan metode ELISA

  • Menunggu hasil (tergantung pemeriksaan di laboratorium);
  • Untuk semua kondisi;
  • Semua usia;
  • Dilakukan kapan saja (dengan atau tanpa minum obat); dan
  • Pasien perlu informasi dari dokter.

 

Perlu dicatat bahwa sampai hari ini, belum ada bukti ilmiah untuk diagnosa alternatif  atau terapi alternatif  pada penderita alergi. Tes untuk diagnosa alergi yang bermakna (khususnya pada anak-anak) adalah tes tusuk kulit atau Skin Prick Test. Tes ini tetap merupakan GOLDEN STANDARD dalam diagnosa alergi.

Klinik Utama dr. Indrajana melayani Skin Prick Test, Patch Test, Skin Test, Tes Provokasi dan Eliminasi serta Laboratorium Biolisa adalah tempat Rujukan Nasional untuk test IgE Spesifik. Kami siap melayani anda.